Powered By Blogger

Friday, April 30, 2010

I'LL NEVER LET U GO, BUT...???


I’LL NEVER LET U GO…BUT…????

Friday, April 30, 2010 (12:35:60 AM)
Saturday, May 01, 2010 (09:15:11 AM)


Yang ada hanya galau malam ini mengiring semua senyuman yang ada hanya kehampaan yang galau dan tidak dapat dilalui dengan kesendirianku, ada dalam bathin yang penuh dengan liku dimana semua itu hanya engkau dan aku yang tahu akan arti yang sesungguhnya, hanya dunia ini yang berada dalam sebuah naunganku yang indah bersama dalam keagungan yang terindah dan penuh dengan kenyamanan…

Semua dirasa sangat pelik, namun yakin akan satu hal dimana semua jawaban menanti, ada satu rasa yang tak bisa di ungkap untuk kesekian, kesabaran akan satu hal terpenting dalam hidup, namun kadangkala kesabaran diliputi dengan rasa cemas yang sedemikian rupa menghasilkan suatu amarah yang terpendam dan tak bisa lagi terelakkan…

Semua itu tak ada salah, karena rasa bimbang dan rasa yang sangat penuh dengan teka teki dimana kita harus menunggu tanpa kejelasan, terasa asing dan galau, hampa dan hampa, akankah rasa ini untuk selamanya, dan amarah ini selalu hadir antara ada dan tiadanya jawaban yang mengharukan semua pihak????

Sentuhan kasih sayang menghasilkan air mata yang selalu hadir dalam tiap malamku, dan semua itu tulus akan sebuah keindahan alami yang penuh dengan sebuah misteri akan takdir…

Maafku terucap akan makna yang sesungguhnya, rasa itu semakin kuat dan menghantui seluruh ruangku, tak dapat bergerak namun ku sangat menikmati ini, aku senang dan tulus terima ini semua hanya karena satu kata ~indah~

Yakin akan ketulusan membawa semua itu keluar dari sebuah lautan yang penuh ombak tanpa henti, dan satu ucap kata dalam bathin yaitu kau takdirku yang kesekian…

Keindahan selalu terukir dalam setiap cengkrama, tak percaya namun pasti, sebuah kesetian teruji, dan semua itu hanya satu kata ~im ur~

Malam indah di penuhi dengan bintang dan yang sekarang terlihat jelas adalah bulan, dimana aku sangat ingin sendiri ditemani oleh lingkupku yang penuh dengan harapan dan ketulusan, janji setia dalam ruang bathin yang sedunggunya…

Suatu kejadian menuntut untuk bisa tegar dalam hal ini, namun isak itu selalu ada menghampiri dan hanya bathin merasakan itu ada dan tidak satupun yang tahu akan hal ini, sorry bila semua ini hanya kekosongan yang dirasa dan kepura2an yang ada, tapi semua itu utuh milikmu, tapi bukan jiwaku melainkan roh2 yang penuh dengan kehampaan yang hidup tanpa rasa….

Roh yang sesungguhnya memiliki jiwa yang abadi disana dalam hati yang penuh dengan suka ria dalam bayangan maya namun nyata…

TuhaN, berikan satu pencerahan pada malam ini tanpa membuang satu ucap yang berarti, jaga semua hati dalam balutan kedamaianmu… disana maupun disini,,, semua hanya cobaan yang harus dilalui dengan sebuah renungan dan kesabaran…

Kalaupun semua yang terjadi dalam detik yang kesekian, yakin akan yang terbaiklah yang terjadi, demikian semua terucap tanpa jelas namun pasti…


I wish to see and hear your laugh, one existing matter here and you need soybean cake maybe...
I don’t want to lose one or more than your because im sure that you is mine forever...so also with me….i’m u’r beib…I’m u’r…I’ll never let you go…never….!!!


We’ll meet again?
It’s hurt to say good bye…
It’s hurt to be alone…
(by.bosson)

Never gonna wack up from this nite…
Never, never leave this moment…
Waitin’ 4u Only, only you…
Never gonna 4get every single think you do…
Will loving you…
Its my finest hour…
Leaving you…
THE HARDEST DAY OF MY LIFE…
(by. Alejandro Sanz & The Corrs – Me Ire (the hardest) )



Inspiration by. dNp2h with lv…

Thursday, April 29, 2010

Our Destiny Be Complicated (1)


Our Destiny Be Complicated (1)
By : Me ^_^

apr 2009,
Suatu senyuman yang hadir dalam renungan malam akankah semua itu dapat digapai menjadi kesejukan jiwa? Besok ku mulai memasuki hari pertamaku menginjakkan kakiku di sekolah SMU ku yang baru setelah ku meninggalkan SMU lamaku karna tugas orang tuaku, sehingga mau tidak mau ku harus turuti dan ikuti kemana orang tuaku pergi, semoga saja ini kepindahanku yang terakhir yang menurutku disana telah banyak terjadi pergeseran antara anak-anak menuju kedewasaan dan aku nggak siap dengan semua itu… akankahku dapatkan itu di sekolahku yang baru? Evaluasi… ufff..

OMG… sekolah ini sangat luar biasa… tidak pernah ku bayangkan sama sekali, sangat besar dan kulihat terdapat beberapa pohon yang asri dan taman penuh bunga yang tertata rapi dan apik… huaa…. aku sangat suka dengan suasana seperti ini, BRUKKK “Ough….” Seseorang telah menabrak badanku dari belakang, sial pikirku “maaf nggak sengaja, are you fine…?” OMG…. Kereeeen bangeeeet…. “hello… are you there…” aku tetap terpaku dan terdiam melihat sosok ciptaan Tuhan yang Maha Karya… “maaf aku buru2… one more I’m so sorry key… see u…” pamitnya buru2 kepadaku, terlihat sosok tegap itu semakin jauh dan jauh, namun sosok tubuhnya yang penuh dengan kewibawaan walaupun berselimut seragam SMU yang dipakainya itu masih terlihat jelas dalam naunganku…

“Vierent… Vierendha Chintamia itu nama saya” Introduction di dalam ruangan yang penuh dengan sorotan mata menatap ke arahku… terlihat ada yang senyum sampai yang sinis melihat kehadiranku di kelas mereka, namun ku tetap memberikan senyuman termanisku kepada teman-teman baruku itu….

Huff… akhirnya ku bisa meneguk sebotol air mineral yang kubeli di kanti sebelah koperasi, ku duduk di bawah pohon karet dengan memakan bekal yang dibawakan oleh mbok Parti yang bertahun-tahun setia menemani keluargaku… roti isi kesukaanku…. “Hy…. Terlihat seorang cowok berdiri di depanku dan menyodorkan tangannya tanda berkenalan, dan aku menyodorkan pula tanganku padanya dengan tersenyum ke arahnya… “Boleh ku duduk di sebelah kamu?” minta cowok itu padaku dan lagi2 ku mengangguk.. “Aku Bobby kelas 2 IPA 1. Kamu anak baru kan disini? Siapa nama kamu?” terlihat sosok yang sangat baik dan postur tubuh yang tergolong agak berisi alias gemuk memperkenalkan dirinya padaku…”Vierent… kelas 1b”

Dengan ku menyebutkan kelasku itupun sudah mewakili jawabanku atas semua pertanyaan tadi. “Kamu biasa bawa makanan sendiri ya Vie?” Aku mengangguk nggak banyak bicara dan pertanyaannya datar2 aja yang biasa di pertanyakan kepada teman baru dan bla … bla … bla… semakin akrab dan akhirnya bertukar alamat dan nomor tlp. Ternyata dia asli orang Medan dan orang sana lebih senang di panggil dengan sebutan abang….
Hari pertamaku sangat mengesankan, apa lagi aku bertemu dengan malaikat, namun sayang aku tak sempat berkenalan dengannya… besok aku yakin bisa bertemu dengan sosok itu lagi… dan lagi aku mendapat teman baik yaitu seorang bang Bobby, Oby yang baik….

Pagi ini ku berusaha untuk mendapatkan teman lagi, semoga ku bisa, amin… “Aku berangkat dulu Mbok…” berlalulah aku kedepan rumah untuk menunggu angkot yang datng dan membawaku kesekolah… “Vie…!!” sepertinya ada yang memanggil nama ku, aku menoleh ke belakang dan ternyata.. “Bang Oby…koq kamu ada disini bang…?” aku lebih suka manggil dia dengan sebutan Oby… lucu aja dengernya sesuai dengan perutnya yang sedikit ndut… hehehe…. Ternyata dia sengaja menjemputku, dan akhirnya tiap hari pulang sekolah pun bang Oby selalu nganterin aku… sungguh sangat baik pikirku dan sangat bisa memahami, itulah salah satu kelebihan yang di miliki oleh orang2 yang memiliki sedikit kelebihan lemak, sangat gampang memahami seseorang dan sabar, itu menurut analisa aku pribadi….

Kali ini aku sudah siap di depan rumah untuk menunggu Bang Oby biar dia tidak menungguku terlalu lama, ku melihat mobil biru melaju pelan ke arahku dan terlihat pintu yang terbuka dari dalam “Pagi bang… “ sapaku, dan diapun tersenyum kearahku… “Vie... itu Hafzil, adik sepupu abang… dia sekolah di SMU khusus cowok, dan ini Vierent yang tadi abang ceritakan ke kamu Zil… “Hy vierent…” cowok itu menyapaku dengan senyuman. “Senang bisa kenal sama kamu Hafzil… “ “sama2 Vie…”

“Vierent.. napa kamu diem aja dari tadi??” Tanya Chilli teman sebangku aku… “nggak Chi, Cuma agak gak enak badan aja..” “Ya udah, aku anterin ke UKS yuk Vie….” Tawarnya, memang Chili baik banget anaknya, imut dan berkerudung… akhirnya kita sama2 ke ruang UKS… Chili sangat telaten merawatku, mengoles minyak angin ke bagian pelipisku…. “Ya ampun Vierent…??! Ada apa dengan kamu Vie?? Tadi aku masuk ke kelas kamu katanya kamu di sini… kenapa?? Ada apa dengan kamu Vie??” Terlihat bang Oby yang langsung masuk dalam ruang UKS dengan nafas yang masih terengah2, bang Oby mulai dech lebaynya pikirku sesaat “nggak apa2 bang… Cuma semalam kurang tidur aja. Jadinya kepala rasanya pening banget tadi. Tapi untunglah ada Chili yang telaten mijitin pelipis aku…” Terlihat bang Oby melihat kea rah Chili “Bisa aja kamu Vie… nggak koq bang, aku Cuma mijit asal aja tadi…” dengan malu2 Chili baralibi, aku faham dengan Chili, sepertinya Chili menaruh hati pada abang gendut itu, akupun tersenyum melihat mereka… kuharapkan yang terbaik menyertai mereka berdua amiien...

Tumben pagi banget bang Oby menjemputku, pikirku sekilas. Karena dari aku sarapan sudah melihat mobilnya parkir di depan rumahku… akupun menghapiri mobilnya dan siap melaju kesekolah bersamanya.. “Pagi Vierent…” aku sangat kaget, ternyata itu bukan bang Oby, melainkan Hafzil adik sepupunya yang kemarin sudah dikenalkan kepadaku…. “Nggak usah kaget gitu donkz Vie… bang Oby lagi berhalangan.. jadi saya yang gantiin menjemput kamu, its oke right?” seketika aku mengercingkan mata tanda heran “nanti pulang sekolah kalau kamu mau kita sama2 kerumah bang Oby… oke??” akupun mengangguk tanda setuju.

“Apa??!! Emang bang Oby sakit apa Vie?” Tanya Chili dengan tatapan sangat penasaran, walaupun Chili tidak pernah berterus terang akan perasaannya, namun aku sangat paham bila dia sangat menaruh harapan besar pada bang Oby… “Chi… nanti pulang sekolah kita jenguk sama-sama.. oke hun… udah gak usah sedih gitu ach.. antar malah ketahuan loch…” ejek ku menggoda gadis yang sudah menjadi sahabatku itu, diapun tersipu malu karena ketahuan olehku… kita pun saling berpelikan…
Chili memang gadis yang kalem namun kalo sudah nyaman dengan seseorang yang sudah cocok penurut dia, dia bisa gila banget malahan, ngelebihi gilaku.. hehehe…., terlihat Hafzil yang baru dia kenalpun sudah akrab dan mengobrolnya nyambung, terlihat sangat hangat suasana dalam mobil ini meskipun kita baru saling kenal….

Lumayan, ternyata rumah bang Oby jauh juga, daerah rumahnya melewati beberapa komplek elit…. Ku lihat dari jauh terlihat rumah yang tidak begitu besar tapi unik, minimalis namun elegan… Lamunanku hilang seketika menyadari mobil yang iata kendarai berhenti tepat di depan rumah yang sedari tadi aku perhatikan, aku menoleh kearah Hafzil dengan mata tanda Tanya.. “Oke girl… kita udah sampai, turun yuk Vie… Chi..” tawarnya kepada kita, terhenyak ku seketika, ternyata rumah yang sedari tadi aku perhatikan adalah rumah bang Oby… kita pun sama2 menuju ke dalam rumah yang sangat aku sukai dengan design exteriornya, jadi penasaran sama interiornya. Terlihat sepertinya rumah itu tak berpenghuni, terlihat Hafzil membukakan pintu untuk kita, terlihat memang hening 80% memang nyaris tidak ada suara sedikitpun, aku sangat menikmati pemandangan interiornya yang sangat tertata rapi, sekilas aku melihat taman belakang yang terdapat kolam, ntah kolam ikan atau kolam renang gak jelas…. Ku coba untuk mendekat ke halaman belakang OMG…. Aku mencoba untuk mendekat ke arah kolam tersebut… OMG… sangat indah dan rapi pikirku… sangat telaten menata exteriornya… ku sangat menikmati pemandangan ini… tanpa sadar ku tersenyum senyum sendiri… “Sepertinya sangat menikmati sekali… belum pernah melihat pemandangan seperti ini yach…??” terdengar suara dari belakangku, dan segera ku berpaling dari pandanganku…. Aku tersentak kaget campur-campur sambil menutup mulutku dengan tangan…. Mataku tak mau beralih dari sosok orang itu… “Hey… are you there…?” Astaga kalimat itu… kalimat yang sama yang pernah kudengarkan sebelumnya dan orang yang sama pula yang mengucapkannya… OMG, ini lebih menakjubkan daripada pemandangan exterior tadi… “Hello…” sapa orang itu lagi padaku yang sedari sangat menikmati apa yang sudah aku lihat dan aku tak mau beralih sedikitpun dari itu… “Kamu gak pernah liat orang ganteng yach..??!” sejenak langsung buyar lamunanku tentangnya…. Arogan sekali pikirku dan aku langsung ielfil dengan statemen yang sudah di ucapkan barusan kepadaku. “Apa kamu pikir cuma kamu aja yang cakep? Kamu gak sopan ngagetin orang aja..” Alibiku…. “Ya sudah.. “ berlalulah cowok itu dari hadapanku, arogan dan angkuh, pikirku. Dia kelihatannya tidak terlalu suka dengan perdebatan… aku mencoba menyusun ingatanku tentang cowok itu… hmmm… tidak salah lagi, cowok itu adalah cowok yang menabrakku sewaktu pertama kali menginjakkan kaki di sekolah baruku yang kini juga sekolah temanku Chili, bang Oby… dan cowok itu… tapi siapa namanya?? Kenapa dia ada dirumah bang Oby??”
“Vie… ini Fachrezy, bang Ezy dia asli Sulawesi, dia disini sengaja dikirim oleh pihak sekolahnya yang ada di kotanya untuk study banding dengan sekolah kita selama 1 semester… ya… kira2 6 bulanan dia tinggal sama abang, kebetulan abang cuma tinggal berdua dengan Hafzil, kan keluarga abang dan hafzil semua ada di sumatera, jadi oarng tua abang sengaja beli rumah disini untuk kita tinggal, jadi bang Ezy abang tawarin tinggal sama abang… bang Ezy juga teman satu kelas abang, pinter lho anaknya…. Dengan cekatan.. bang Oby mengenalkan cowok good looking, akupun tersenyum semanis manisnya, namun kurang ajar pikirku, “kenapa dia tak membalas tersenyum balik padaku… sombong….. angkuh….. Hhff…” “Dia teman baik abang Vie… abang harap kamu bisa dekat juga yach… biar kita semua akrab… Chili maybe udah tau kalau abang dan Ezy adalah sahabat…” terlihat Chi pun tersenyum sedikit malu.. tanda setuju dengan statemen bang Oby… “Sepertinya Chi harus pamit dulu dech bang… Vie… dah sore, aku harus ngebantu ibuku menyiapkan makan sore keluarga..” minta Chi yang memang tiap sore dia tidak mau di ajak keluar karena alasan yang sama. Berbakti sekali Chi ku…. “Iya udah… biar Chi aku anterin aja.. “ tawar Hafzil, segera dengan muka sangat bersemangat sekali… setelah berpamitan pada kita semua, berlalulah mereka meninggalkan kita semua….

“Owh… jadi kamu sempat di tabrak sama bang Ezy ya Vie…?” dengan sedikit ketawa… bang Oby meledekku setelah mendengar cerita tentang Ezy sahabatnya itu… “Dasar abang gendut..” sekali ku melihat Ezy pun tak tertawa sedikitpun Hufft… orang yang aneh… “Vie udah malam… mending kamu gak usah nunggu Hafzil, ntar kemalaman… aku telponin taxi buat antar kamu..” tawar bang Oby yang sesekali memegang perutnya karena menahan rasa sakit yang di deritanya sekarang…. “bang, mending abang tetep disini… biar aku yang anterin Vierent pulang, gpp kan Vie..??” “HA??!! Gak salah denger aku?? Ezy??” Baik juga pikirku dengan wajah sedikit malu2 aku mengangguk…. Aasssiikk…

“Vie… maafin abang yach?” terdengar suara lirih bang Ezy meminta maaf padaku, sembari mengemudikan mobil yang akan melaju kerumahku, but.. sorry about what?? Pikirku sekilas, dengan tatapan penuh tanya aku melihat ke arahnya… “abang minta maaf karena udah nabrak Vie that time… maaf yach…” Koq jadi deg-deg’an gini yach.. pas liat tatapan wajahnya yag sangat tulus meminta maaf sama aku….. AAAaaaaaccchhhh….. tatapannya meneduhkanku… hikz… jadi ingin memeluknya… akupun mengangguk tanpa berkata-kata….

(BERSAMBUNG.... PART2)

Monday, April 26, 2010

the hardest day of our life...

THE HARDEST DAY OF OUR LIFE...
( Hari terberat dalam hidup kita... )
By. Me



inspiration of my friend in my office, menghadapi suatu masalah keluarga yang pelik dan tidak tahu jawaban hati yang sesungguhnya... mencoba untuk menyimak dan menguak dalam sebuah cerita pendek ataupun dalam sebuah naskah... semoga bisa jadi inspirasi kehidupan anda amien...





Thursday, 17 Des. 09 (09.00-11.00 wib)
Dalam waktu yang sesingkat singkatnya waktu, tidak begitu nampak terjelas dalam relung bathin yang sesunguhnya, kenapa hal itu harus terjadi dan sampai kapan ini terjadi di dalam ruangan yang penuh dengan complicated “Maaaa....!!” aku tak tahu kenapa hari-hariku semakin terasa berat di tambah dengan tugas sekolah yang menumpuk dan juga rasa sakit di dalam tubuhku namun semua orang tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh yang rapuh dan penuh penyakit ini, buatku semakin terbebani dengan apa yang sudah ada, ingin rasanya pikiran ini tenang tanpa beban, namun kenapa ada saja yang mengganjal dalam kekalutan bathin yang seharusnya ini semua tidak boleh terjadi “ Pa, iya mama disini nggak usah teriak kenapa sich...mama dengar kuq...” dengan menggerutu melihat tingkah laku orang tuaku yang semakin hari tiada lagi keromantisan, ntahlah karena faktor usia atau memang sudah tidak ada lagi kasih sayang antara mereka berdua, ku memilih untuk pergi dari rumah tanpa pamid, kalau begini terus menerus ku bisa stres, ingin rasanya suatu hari mengajak diriku sendiri untuk kabur dari rumah yang penuh dengan coplicated seperti ini, papa yang suka mabuk-mabukan kadang kala suka main pukul tanpa alasan yang jelas kenapa dia seperti itu, apa karena badannya yang kekar ditambah rambut yang sedikit ikal yang membuat semua orang takut padanya, ach tapi apa haru semua orang di anggap rendah dan di pukul, bagaimana dengan keluarganya sendiri? Pusing mikirin hal itu, dan lagi Mama yang suka main gila dengan laki-laki lain ach menyebalkan sekali.
Akhirnya kuputuskan untuk pergi dari rumah ini dan pergi meninggalkan semua orang yang aku sayangi, namun ini semua demi kebaikan diriku sendiri, untuk masa depanku, Untunglah ku dibekali iman yang lumayan sehingga aku tidak melakukan tindakan bodoh bila memang aku sudah tidak kuat lagi dengan ini semua, “maafkan aku Ma...Pa...aku harus pergi...ini semua demi masa depanku Mama dan Papa tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja. salam hormatku Adil...” setelah meninggalkan secarik kertas di meja kamarku, ntah surat itu terbaca atau tidak aku tidak begitu yakin, karena mereka sangat sibuk dengan urusan mereka sendiri-sendiri huft, aku langsung bergegas meninggalkan rumah yang dulunya sangat kurasakan hangat kini berubah menjadi panas, dan aku mulai gerah tinggal disini, selamat tinggal my sweet home, semoga nanti kalau aku kembali disini suasana akan kembali seperti apa yang aku inginkan amien...

“Adil...?” aku segera menoleh ke arah orang yang memangil namaku “Adil..? ya ampun adil kamu kenapa ada disini?kamu nggak sekolah?” tanya orang itu kepadaku yang memang ku ketahui dia adalah bapak penjual buah depan sekolahku, aku sangat akrab dengan beliau, akhirnya aku mengemukakan semua alasan yang menharuskanku berada di tempat itu “ya ampun dil...bpk ikut prihatin ya...gini aja kamu ikut ke rumah bapak, kamu bisa tinggal bersama bapak, kapanpun kamu mau, bapak malah senang, pasti ibuk di rumah juga sangat senang yuk...” mengingat memang bapak itu tidak mempunyai anak akupun juga kasihan melihat beliau sangat rindu denan kehadiran seorang anak, namun apakah dengan kehadiranku dirumahnya tidak menambah beban keluarganya? Namun bapak itu memaksaku dan akupun tidak ada pilihan lain selain ikut dengan beliau.

Mulai saat ini aku tinggal di rumah yang tidak begitu besar dibanding dengan rumah orang tuaku namun disini yang ku lihat adalah kebesaran hati dan jiwa mereka yang penuh dengan kasih sayang, ketulusan dan kehangatan, aku sangat nyaman tinggal disini, aku merindukan suasana yang seperti ini...

Sengaja aku vakum dari sekolahku, aku ingin mulai hidup baruku dengan bekerja bersama bapak menjual buah segar kesekolah-sekolah kadang juga pasar-pasar tradisional, memang berat namun aku sangat puas dengan apa yang aku capai.
“Adil...makan yang banyak, besok sementara kamu tidak usah jualan, biar bapak yang jualan...” aku langsung meletakkan piringku denga tatapan tanda tanya ke arah bapak “kenapa begitu pak? Adil suka pekerjaan ini, adil masih sehat...” mencoba meyakinkan bapak tentang diriku “Adil...orang tuamu sangat khawatir, tadi di sekolah nina temen dekat kamu menanyakan soal kamu ke bapak, karena dia tahu kamu dekat dengan bapak...” “terus Bapak bilang apa...?” dengan sedikit rasa khawatir “Bapak jawab tidak tahu tantang kamu...” aku menghela nafas lega “ Nak Adil...sebaiknya nak Adil pulang kasihan mama Nak Adil khawatir...Ibu bisa merasakan itu...” tambah ibu meyakinkan kata-kata bapak...sejenak ku perfikir dan berfikir...ada apa dengan keadaan di rumah, tumben mama cari aku, tidak seperti biasanya yang super cuek...
Pagi ini aku mencoba mencari tahu tentang keadaan rumahku, tapi masih tetap sama, dengan cara diam-diam dan melihatnya dari kejauhan, terlihat rumah itu sangat sepi namun beberapa saat kemudian beberapa mobil berhenti tepat di depan rumahku, terlihat beberapa orang dengan memakai baju hitam turun dari mobil dan terlihat Mama terisak di dampingi dengan tanteku...ada apasebenarnya, dimana Papa? Papa tidak tampak dalam rombongan itu, merasa sangatm penasaran, tiba-tiba aku mendekat ke arah rumah semakin dekat dan semakin terlihat jelas di dalamnya terlihat keluarga besarku sedang berkumpul... “Ma....” sapaku lirih “Adiiil...” teriak mama dan memeluk erat tubuhku yang masih tidak mengerti apa arti semua ini “ Ada apa Ma? Cerita sama Adil..Ma...?.” tanyaku sedikit mendesak “Papamu sayang...Papamu...” dengan menangis kencang mama tetap tidak kuasa menceritakan yang sebenarnya, dan ku mulai bisa menebak pasti sesuatu terjadi pada Papa... “Papamu sudah meninggal Dil...” jelas orang yang ku ketahui beliau adalah Om ku, dengan menepuk pundakku yang serasa kaku sekali mendengar berita itu, tak kuasa aku langsung duduk lemas...kenapa harus secepat itu, kenapa? Ini semua salahku, aku tidak ada sewaktu Papa yang aku sayangi pergi ninggalin aku, aku memang bukan anak yang baik, meskipun ku tahu Papa tak sebaik yang dulu namun dia tetap Papaku... “Ada apa dengan Papa Om...?” tanyaku lirih dan sedikit lemas “Dil...Papamu kecelakaan sewaktu dia dalam keadaan mabuk, ntahlah, kata Mamamu malam itu dia habis bersantem hebat dengan Mamamu...dari itu Mamamu sangat merasa bersalah pada Papamu...dia mau bertobat, kamu harus bisa jaga Mama ya... itu pesan terakhir yang ingin di sampaikan Papamu untuk kamu, Kami semua sudah berusaha mencari kamu namun nihil...” aku merasakan sesak luar biasa tidak bisa terbendung ingn sekali memaki diriku sendiri... “ Sekarang Papa dimana?” “Papamu baru selesai di makamkan, nanti sore kita kesana sekalian kamu lihat Papa kamu, sekarang lebih baik kamu istirahat, ajak Mamamu Istirahat juga...” ntah aku harus berkata apa lagi, tapi aku janji akan jagain Mama demi Papa...dan hidu aku sekarang hanya untuk Mama...tidak satupun yang bisa buat Mamaku sedih...
Tak terasa tahun berganti tahun, keadaan semakin membaik, dan Mama telah bisa dapat tersenyum tanpa beban, dan aku sangat lega sekali, terlihat juga Mama sudah tidak main dengan beberapa laki-laki yang tidak jelas yang aku tidak suka dengan itu semua, namun terkadang ku tak tega melihat Mama melamun sendiri kadang menangis, itu tak sengaja ku melihat ntah karena kesepian atau merindukan kehadiran Papa yang sekian tahun ini telah meninggalkannya? Namun aku janji pada diriku sendiri akan merestui bila suatu hari Mama menemukan sosok pria yang di idam-idamkan, tanpa ku menjelaskan itu pada Mama sekarang, tapi aku yakin dengan sering-sering ku menyindirnya dia akan tahu sendiri  Good Bless You Mom...!!!

Kali ini aku sangat bisa berkonsentrasi dengan jernih, karena terlihat Mama beda sekali tidak seperti biasanya, aku sangat nyaman sekali bila melihat Mamaku seperti itu “Mama happy banget sejak pulang dari pesta kemarin Adil perhatiin Mama senyam senyum sendiri, hayuw...nemuin some one yach...” dengan nada menggoda, mama langsung mendekat kearahku “ Adil, mama mau menceritakan sesuatu sama kamu, tapi please yach kamu jangan salah paham sama mama sayang..” khawatirnya, dan akupun mengangguk dengan sedikit senyum ke arahnya untuk menghilangkan kekhawatirannya. Terlihat Mama sangat antusias sekali dengan ceritanya, yang buatku semakin yakin kali ini memang Mama sangat membutuhkan teman hidup untuk berkeluh kesah dan kini ku mencoba berfikir jernih tanpa ada negtink ke Mama... “yaudah... Adil pengen di kenalin orang itu ajak dia kesini Ma,Adil pengen liat gimana sich wajah orang yang sudah membuat Mamaku nggak bisa tidur hehehe...” dengan melihat pipi mama yang memerah malu karena kugoda...

“Kenalkan saya Rian...” dengan menjabat tangan laki-laki itu, sedikit bergumam dalam hati, ini kah orang pilihan mama kali ini? Terlihat mama di sebelahnya penuh dengan perasaan bahagia “Saya Adil...” tanpa sadar kami ngobrol cukup lama, laki-laki itu sangat berwibawa, dari cara tutur bahasa dan body language nya aku suka dan cocok, apalagi Mama yang notabene seorang perempuan, dan perempuan mana sich yang tidak tertarik dengan laki-laki yang bersahaja, sopan, dan berwibawa?

Tak terasa hubungan Mama semakin dekat dengan laki-laki yang bernama Rian itu, dan kelihatannya mereka sangat cocok, dan laki-laki itu sangat baik, sopan memperlakukan Mamaku, hampir tiap hari beliau mengunjungi rumah kami, dan Mamapun tak segan memperlihatkan perasaannya, itu semua terlihat sewaktu makan bersama tak jaranng ku melihat kemesraan di antara mereka seperti hal terkecil bilamana laki-laki itu makan belepotan dengan segera Mama membersihkan mulutnya, sangat indah pemandangan itu, semoga saja pertemuan Mama dengan laki-laki itu bukan mimpi, melainkan bisa berlanjut serius dan tidak mempermainkan perasaan Mama, tak jarang pula aku menyampaikan asaku selama ini kepada Pak Rian semoga saja beliau bisa menjadi panutanku, walaupun nanti beliau tidak berjodoh dengan Mamapun aku masih masih berharap beliau mau menganggapku sebagai anak kandung beliau, Beliau sangat sopan dan tidak kurang ajar hanya saja terkadang memang Mama yang sedikit keterlaluan manjanya terhadap Pak Rian, namun dengan bijaksana terlihat Pak Rian yang kesehariannya sudah ku panggil Ayah itu mengingatkan Mama atas sikapnya tersebut, aku memanggil beliau Ayah karena aku telah menemukan sosok Ayah pada diri beliau, beliau terkadang memberi sedikit bimbingan kepada Mamaku akan hal yang sepantasnya di lakukan oleh seorang perempuan... Thanks God there I found him... Ayah Rian...jangan pernah tinggalin kami Yah... kami sangat membutuhkanmu, bukan hanya Mama, kali ini Adil sangat membutuhkan kehadiranmu...darimanapun asalmu, aku sangat mengagumimu Ayah...

Jam menunjukkan tepat pukul 03.00 wib kenapa Mama belum juga balik, memang tadi sempet pamid mau ke tempat Ayah seperti biasanya, tapi kali ini yang membedakan adalah waktunya, aku ragu Mama pergi dengan Ayah, Ayah tidak seperti itu, dia tahu waktu kapan harus memulangkan Mama dan selalu kasih kabar aku, tapi kenapa sekarang lain? Tanpa pikir panjang aku mencoba untuk menelfon Ayah pagi-pagi sekali... “Hallo Ayah...maaf Adil mengganggu...” terlihat disana menyapaku balik dengan sedikit kekhawatiran “ tidak mengapa Adil, ada apa Adil telfon pagi-pagi?” kemudian ku menceritakan yang menjadi kekhawatiranku, ternyata Ayah tidak bersama Mama... “Adil, Adil tenang aja, Mama gak bakal kenapa-kenapa, Mama tahu apa yang dilakukannya, nanti Ayah kesitu, Adil jangan kemana-mana, jam 06.00 wib Ayah berangkat dari sini kesana...”

Terlihat Ayah datang tepat waktu, aku bergegas membukakan pintu gerbang dan mempersilahkan masuk laki-laki yang sudah menjadi impian keluargaku itu “ Udah nggak usah cerita, Ayah sudah paham, sebentar lagi Mama bakal datang...kamu kalo mau pergi, pergi aja, pake motor Ayah...” dengan sikapnya yang tenang itu aku semakin kagum dengannya... aku semakin tahu tujuan Ayah menyuruhku pergi agar dia bisa leluasa menghadapi Mamaku..., segera ku mengambil kunci motor milik Ayah, namun kali ini aku tidak mau pergi jauh dari rumah, sengaja aku parkir motor di tempat tetanggaku... tidak berselang lama sebuah mobil berhenti tepat depan rumahku, terlihat laki-laki paruh baya membukakan pintu mobil, astaga begitu kagetnya aku melihat yang turun tak lain dan tak bukan adalah Mamaku, pikiran jelek yang dulu sempat membuatku tidak nyaman tinggal dirumahpun kenmbali menghinggapi kapalaku... terlihat mobil itu melaju tanpa mampir kerumah, dan terlihat Mama yang teriak-teriak memanggil namaku untuk membukakan pintu untuknya, ya Tuhan... bagaimana dengan perasaan Ayah di dalam, aku sangat yakin beliau melihat laki-laki itu, ya Tuhan pasti dia sangat kecewa sekali terhadap Mamaku, aku sangat benci Mamaku saat ini, semalaman tidak pulang, apa yang telah di perbuat, Ayah pasti ninggalin aku...ya Tuhan....Mama...kamu sama sekali tidak mau berubah untukku Ma... mana janji Mama...Adil sangat kecewa sama Mama...

Namun, kebencian terhadap Mama itu dengan cepat menghilang, karena Mama telah menjelaskan apa yang terjadi, aku sebagai anaknya sangat bisa memahaminya kali ini walau yang di lakukannya salah dan beliau telah mengakuinya... “Ma, Ayah hari ini nggak kesini?” ntahlah kenapa aku sangat merindukan kehadirannya, bukan hanya Mama yang mengharapkannya namun kali ini aku juga telah terkena firus itu, namun kali ini aku sangat ikhlas juka firus itu tetap ada bersamaku...terlihat Mama hanya menggelengkan kepala tampak tidak seperti biasanya, ada apa sebenarnya? Apa mungkin Ayah marah dan kecewa karena hal yang terjadi waktu itu? Yup memang laki-laki mana yang mampu melihat kekasihnya tidak pulang seharian tahu-tahu pulang dengan seorang pria yang tidak dikenal...aku bisa memahami perasaan Ayah... “Win.. Mas kamu nggak kesini hari ini? Kopinya kuq masih utuh...” terlihat nenek dari balik pintu dapur keluar dengan bertanya pada Mama mengenai kehadiran Ayah hari ini, memang sejak Papa meninggal Nenek dan Kakek tinggal bersama kami dan kebiasaan Nenek selalu setiap pagi menyiapkan kopi untuk Ayah tanpa peduli Ayah datang atau tidak Nenek tetap membuatkannya buat Ayah...yup kali ini tidak hanya Adil dan Mama yang sangat mengharapkan kehadiran beliau, namun seisi rumah telah terhipnotis dengan kewibawaannya...

Beberapa hari ini pikiranku mulai tidak tenang, ada apa gerangan dengan Ayah sangat terpukulkah beliau dengan kejadian itu... terlihat di meja tengah ada 3 kopi yang menandakan sudah 3 hari Ayah tidak berkunjung ke rumah, sengaja Mama tidak membersihkannya, karena itu sangat berarti baginya... melihat pemandangan seperti itu bergegas aku cari tahu kebenarannya... dengan lancang ku cari tahu dengan membuka notebook Mama dan ku ketahui alamat dengan nama lengkap Aryanto Widjaja beserta alamat lengkapnya sekalian...tanpa membuang waktu ku mencatatnya dan besok aku bakal coba untuk mencari tahu yang sebenarnya...

Pagi-pagi sekali ku menuju kota tempat tinggal Ayah, dan aku menemukan rumah itu, terlihat ada motor dan mobil Ayah terparkir di depan rumah, berarti tidak salah lagi, dan akupun segera kesana untuk menemui Ayah yang selama ini sangat ku rindukan kehadirannya dan mencoba menjelaskan sekaligus meyakinkan beliau tentang apa yang di lihat mengenai laki-laki itu hanya kesalah pahaman saja, dan seketika aku terhenyak melihat wanita paruh baya seumuran Mamaku keluar dari rumah itu dengan membawa tas yang ku ketahui itu adalah tas kerja Ayah, siapa wanita itu? Tidak lama terlihat Ayah keluar dari rumah itu dan kemudian mencium kening wanita tersebut... aku sungguh penasaran apa yang sebenarnya terjadi... aku tak sengaja menenggor pot yang tertata rapi di depan rumah Ayah yang membuat mereka mengetahui keberadaanku... “Adil...??” Ayah memanggil namaku dengan wajah yang sedikit gugup “Apa yang kamu...” “Pa...” wanita itu segera memotong pembicaraan Ayah, namun sebutan PA apa artinya? Siapa dia? “Ma..itu Adil yang sudah Papa ceritakan kemarin” Ayah memanggil wanita itu dengan sebutan MA, jangan-jangan mereka... “Owh... ya sudah suruh masuk aja, Adil masuk nak...” tawar wanita itu padaku, sangat hangat dan ramah sekali pikirku, akupun mengangguk dengan tersenyum “terima kasih tante...” aku melihat Ayah yang juga masuk ke dalam rumah dan kita bertigapun duduk di sofa, terhenyak dan sesak sekali melihat interior rumah beserta foto-foto yang terpampang di ruang tamu, terlihat jelas foto keluarga dengan 3 anak, sangat harmonis... apa arti semua ini, rasa ingin marah menangis dan mengumpat, namun rasanya ku tak sanggup menerima ini semua, apa Mama mengetahui ini semua, kenapa Mama tidak pernah menjelaskannya padaku kenapa? “Adil...Tante sudah tahu semuanya, tante bisa paham, Adil nggak perlu marah yach sama Ayah atau Mama kamu, semua ini Anugerah dari Tuhan yang memang harus terjadi, namun kita sebagai manusia harus bijak dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah yang ada...” ya Tuhan begitu mulia hati wanita ini, beliau sudah mengetahui hubungan suaminya dengan wanita lain namun beliau tidak marah sama sekali, aku sangat kagum dengan beliau, ntahlah kekaguman itu beralih tidak lagi untuk Ayah namun untuk istri yang sudah di khianati Ayah... Ku lihat Ayah hanya menunduk lemas penuh rasa bersalah, aku harus bisa ikhlaskan semuanya, aku harus bisa... “Adil, jangan pernah menyalahkan Ayahmu, ini semua salah tante, tidak salah Ayah seperti itu, tante menyadari semua yang terjadi karena kesalahan tante, dan tante teledor dan sekarang dengan kejadian ini tante sadar, Ayah sangat membutuhkan kasih sayang yang belum pernah tante berikan sepenuhnya terhadap Ayah, tante sangat berterima kasih sekali sama Mama kamu yang sudah memberikan semua kepada Ayah, ntahlah, semua terserah Ayah, mau menikah lagi dengan wanita pilihannya, tante sudah ikhlas demi Allah tante ikhlas Dil...” sesekali wanita itu mengusap air matanya, dan ku lihat Ayah pun demikian, rasa apa yang ada dalam jiwa, ntahlah Tuhan... sangat berat menghadapi dan melihat ketulusan yang datang dari jiwa, ya Tuhan berikan jawaban atas semua ini, aku sebagai anak bisa merasakan bagaimana anak-anak ayah bila mengetahui ini semua, dan aku sangat yakin anak-anak Ayah belum mengetahui hal ini, ntahlah Adil menyalahkan siapa dalam hal ini, Ayah, Mama, atau wanita ini...sesak rasanya melihat kenyataan ini Tuhan, apa yang harus Adil lakukan untuk yang terbaik bagi semua tanpa mengorbankan jiwa dan air mata...

Dalam hal ini memang tidak bisa kita mencari siapa yang salah dan yang benar, memang benar apa yang sudah di dikatakan wanita itu, kehidupan di dunia ini adalah anugerah dari Tuhan, apa yang sudah terjadi adalah karuniaNya, hanya saja bagaimana kita menghadapinya, harus bisa berjiwa besar dalam menghadapi ini semua, semoga ku bisa amien...

“Adil, kamu ada masalah? Mama perhatiin akhir-akhir ini kamu pendiam sekali, dan sudah tidak menanyakan kehadiran Ayah lagi, tumben Dil...” aku Cuma bisa terdiam di saat Mama menanyakan apa yang bisa buat aku berubah, harusnya dia sudah sadar apa yang terjadi... “Ma, tolong Mama jawab jujur...siapa Ayah sebenarnya, statusnya seperti apa Ma?” mendengar pertanyaanku Mama langsung terdiam dan mulai menangis “Jawab Ma...okey Mama nggak perlu jelasin, dil sudah tahu apa yang terjadi Ma, tapi kenapa Mama bohongi Adil dan tiedak terus terang sama Adil kalo Pak Rian itu sudah memiliki keluarga? Kenapa Ma, Mama sengaja? Mama nggak pernah berubah, mana janji Mama? Mana Ma Mana?!” terlihat Mama semakin merasa bersalah mendengar ucapanku “ Mama nggak ngerti perasaan Adil, Nenek ach.... nggak taulah Ma, apa sih yang ada dalam pikiran Mama dan juga Pak Rian? Kalian sadar nggak sih banyak korban disini, semua sakit karena ulah kalian?! Ntahlah Ma... Adil sudah tidak sanggup...” dengan sedikit membanting tanganku ke meja aku sangat merasa kesal “Adil... bukan minta Mama seperti ini Dil... kamu tahu sayang... bukan hanya kalian yang sakit, Mama juga sakit Dil, dan Mama yakin juga Pak Rian juga merasakan hal yang sama...tolong mengerti dan Pahami Mama, jngan judge Mama seperti ini sayang...” ntahlah aku nggak bisa nomong lagi, rasanya memang sangat egois sekali pikiran yang ada, tapi... ach... ntahlah capek... capek... dan sekali lagi aku capek...

“Ayah minta maaf Dil, Ayah tidak bisa menjadi apa yang kamu dan keluarga kamu inginkan, Ayah tidak sanggup rasanya...” hanya terdiam dan membisu dan juga tidak ada komentar dalam mulutku sewaktu Pak Rian yang sudah aku anggap Ayah dan sudah 2 jam duduk di sebelah tempat tidur yang sudah 1 minggu setia menemaniku dalam kelelahanku dan jasmaniku, terlihat sosok itu penuh rasa bersalah dan juga kebimbangan, biarlah apa yang di kata aku sudah tidak mau tahu dan 1 hal aku sudah ikhlaskan semua “Adil, tolong kamu pahami semua ini, tapi Ayah janji akan menjadi Ayah bagi kamu walaupun kita tidak bisa bersatu dalam keluarga, namun dalam hati Ayah u’ll be mine...trust me key...” ntahlah tiba-tiba aku luluh oleh perkataannya dan akupun di peluknya tanpa berontak oleh laki-laki itu, dan tanpa sadar dari sampingkupun Mama memeluk kami berdua dengan tangisan pula Mama memelukku erat, ya Tuhan mimpikah aku di peluk dua orang yang aku sayangi? Rasanya ingin menghentikan waktu, rasanya memang tidak rela dan tidak ikhlas, tapi rasanya sangat egois sekali jika aku memaksakan kehendakku... semakin ku menangis kencang di pelukan Ayah, yach aku akui aku laki-laki tapi apa aku salah jika aku meluapkan dengan tangisan? Aku tidak bisa menghadapi ini Tuhan ini hal yang ternberat bagiku mengikhlaskan orang yang kita cintai untuk yang lebih berhak mendapatkannya... aku yakin Ayah juga demikian, berat menghadapi ini semua... kuatkanlah hati kami Tuhan... Engkau lebih tahu apa yang terbaik bagi kami semua...

Buat keluarga Ayah yang ada disana, Adil mewakili atas nama keluarga Adil mohon maaf sebesar-besarnya, karena sudah menyita banyak waktu dan perhatian Ayah yang seharusnya itu semua bukan hak kami, melainkan hak keluarga kalian... semoga keikhlasan dan jiwa besar yang sudah ada dan yang sudah dimiiki oleh Ibu Ariyanto tetap menjadi prioritas dalam jati diri Ibu... Adil sangat salut dan bangga melihat sikap Ibu... sekali lagi terima kasih dan Im so sorry so much buat semua keluarga Ibu dan Ayah...

Ayah, jadilah yang terbaik untuk keluargamu... mereka sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayangmu... jangan pernah sakiti mereka Ayah... semua akan indah jika kita bisa menerima kelebihan dan kekurangan seseorang... terima kasih atas semua waktumu yang bisa buat keluarga merasakan apa yang seharusnya memang pantas dirasakan walau hanya sesaat...

Mama, Adil sangat mencintai Mama, Mama berhak mencintai dan di cintai seseorang, tapi satu hal pinta Adil Ma... jujur pada diri sendiri dan berfikir dari awal tentang ‘apa langkah yang Mama ambil menyakiti atau tidak’ hanya Mama yang tahu, Adil seperti ini karena Adil nggak mau Mama sakit... Love you much Mom... 

And the last...
Biarkan Adil tenang dan damai dalam Surga...
Dan semuanya akan tersenyum bahagia bila semua mendapatkan kedamaian sejati...
Tuhan tidak tidur untuk memberikan semua yang dibutuhkan oleh umatnya selagi mereka mau berusaha di jalanNya...
Amien...

------- eNd------

2th without you my brotha mzu much...

Monday, 26 apr 2008 - 2010
2th menhadapi hidup tanpamu
memory of us...


dari kecil hingga dewasa kau sebutku anak manja, kau selalu iri denganku sebab ku tak pernah dapat marah dari ayah dan ibu... Iyah kau anggapku seperti karena memang apa yang aku minta selalu dituruti wlopun lama waktu realisasi itu dan ku memilih untuk bersabar demi mendapatkan itu, lain halnya denganmu yang selalu tidak sabar untuk menanti apa yang kamu mw bro... sikapmu itulah yg buat ortu lebih mengabaikan itu dan hnya berjanji padamu... Tapi jujur d balik janji itu mereka berusaha untuk wujudkan itu semua untukmu bro... Krn ku sgt knl mrk... Mrk sgt menyayangimu, salah bila kamu menganggap kita semua tk syg sm km... Kamu anak laki satu2nya di keluarga kita... Dad mum lil'sis n me lv u much bro...
Anak pujan yeah anak pujan itu sebutan untukmu bro... Dan hanya keluarga kita yang tahu tentang itu...
Bro, pgn sekali mengingat memori2 ttg km... Km abadi d hatiku selamanya...
1. Kt pernah berantem hebad hnya gr2 hal sepele..
2. Km pernah berantem hingga urusan polisi, sampai sekarang polisi itu syg sm km, krn mrk tw km ank baek..
3. Km pernah berantem dg sepupu 2x krn mereka bw2 nama keluaga dan km sgt tdk sk itu.. Cement kamu blg bila urusan co melibatkn klg, bgimu tdk pndg sdr atau bkn yg jelas cement tetaplah cement..
4. Km pernah g mw masuk sekolah hingga guru dn temanmu jemput krmh u/ bujukmu bro..
5. Km pernah diem2 ikud dragrace hingga kls penting tanpa sepengetahuan ortu.. Km kesian liat mrk tau dan mikir bkn.. Aku tw bro, km lebih milih diem tp aku sbnrnya dah tw..
6. Km seneng bgt ma slank hingga km slankers..
7. Cewek km terkesan bnyk, namun sebutan playboy tidak tepat krn ku tw bkn km yg suka, melainkan cewek2 itulah yg sgt syg hingga deketin klg tanpa spgthuanmu mrk rajin krmh bro u/ cr perhatian kita demi dptknmu..
8. Km sering godain lil'sis qt km cium peluk dy hingga dia menangis.. Aku tw itu semua krn kw sgt syg sm dia..
9. Km mempunyai sixsense yg bnr2 amazing bro..tk bisa ku uraikn dsni..
10. km ternyata anknya bnyk yg menyegani bro, terbukti sewaktu engkau tak ada bnyk sekali org2 yg dtg dr kecil besar muda tua dr pengamen hingga org penting smua dtg.. Kita semua sgt kgt km bgtu di syg semua org.. Andai km tau itu bro..
11. Hal terlucu dan terkonyol yg g akan pernah ku lupa adl sewaktu km ajariku mobil.. Ujan2 mogok dan km milih u/ dorong aku yg pegang mobil wlopun blm bisa tp ku hrs bs.. Ada 10menit km teriak2 dibwh hujan kau blg saat itu aku hrs injek gas terus dan terus.. Namun sygnya mobil g jalan2 akhirnya km hmpiriku yg msh getol tarik gas.., ternyata kamu mengumpatku seketika di balik pintu dan menyuruhku buka jendela dan brtanya mana yg aku injak ternyata km sgt mrh bgt sm aku.. 'jelas aja g bisa jalan! Org yg km injek tuh bukan gas bodooh!! Itu reeem astajiim tobat deh Tuhaan ampun bodohnya kamu!!' hiks.. Pgn ketawa tp kesian liat bro 10menit lbh dorong tp g jln2 krn ulahku mana ujan hikz im so sorry bro..mzu that moment hikz..
12. Km pernah negurku 1hal yg buatku terdiam dan menangis.. Sampai saat inipun aku msh inget bgt bro.. Semua yg katakan itu memang benar adanya, namun ku pengecut tdk mengakuinya di depanmu.. Namun aku sgt merasa km sprti itu krn km sgt peduli akan aku..
13. Adanya engkau saat itu ku merasakan ketegaran walapun seberat apapun masalahku namun aku sanggup hadapinya..
14. Saat ini aku merasakan sepi.. Kurasakan aku sendiri rapuh dan tak berdaya hadapi mslh2 yg datang bro hiks..
12. Bnyak bgt kenangan drmu bro bnyk bgt, tk bisa terurai satu2 byk bgt..

Damailah disana bersama kehidupan abadimu bro.. Ingin sekali jengukmu, semuanya begitu menyejukkan.. Yakin yg terindah untukmu krn kau layak dapatkannya..
Aku sangat kangen bgt sama km bro.. Sampai suatu hari mimpi kamu blg sama aku klo km disana ada seorang bpk yang setia menemani hari2mu disana..
Dan kupercaya kau selalu hidup dlm arwah orang2 yang menyayangiku, kamu selalu datangi mereka yg tulus ataupun nggak sama aku, kau selalu ada disana seolah kau berpesan akan sesuatu.. Dan itu terjadi, ku percaya jiwamu telah hadir dalam arwah setiap org yg tulus u/ku..
Bro, ada yg sgt mirip sama km dr segi fisik, namun aku tak berani membuka diri, aku tkt kesalahpahan terjadi.. Biarlah ku hanya memandang bilaq ingin melihatmu dibalik wjh org lain..
Bro.. Mzu much..
Kamu selalu hidup di tengah2 kami dan walaupun kau sudah tidak ada di antara kami, namun kamu selalu hidup dalam jiwa kami SELAMANYA... Selamanya dan selamanya...
Tunggu kami di surga dimana kita akan berkumpul kembali dlm satu keluarga yang penuh kasang..
Takecare there anak PUJAN...
Love you much mwach...!!!
DAMAI SELALU DALAM SURGAMU AMIEN...!!!

its mine

its mine
http://auxelyachinta.blogspot.com/ and http://luvlyduncha.blogspot.com/